3D studio max dan Game

Pada awalnya 3D Studio MAX mempunyai banyak sekali keterbatasan. Jika hanya mengandalkan feature dasar maka sulit sekali bagi seorang animator untuk membuat animasi yang diinginkannya. Untuk mengatasi hambatan itu 3D Studio MAX membuat berbagai plug-ins tambahan yang memungkinkan animator menjalankan fungsi-fungsi yang diinginkannya. Plugs-ins yang terkenal misalnya adalah Bones Pro (untuk mempersiapkan tulang pada character), Character Studio (Proses otomatisasi animasi dan Setup), Shag Fur (pembuatan bulu), Reactor (animasi dengan fasilitas Dynamics) dan Unwrap UVW (digunakan untuk proses texturing pada model 3D)

Dengan segera plug-ins 3D Studio MAX berkembang karena dukungan komunitas programmer yang kuat. Para programmer ini dengan serta merta menciptakan berbagai plugins gratis yang disambut secara antusias oleh para penggemar animasi di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri perkembangan Animasi 3D tidak terlepas dari demam internet yang melanda pada tahun 1997. Dengan segera para penggemar Animasi di Indonesia terkena kerajingan “dowload plug-ins” dan dengan segera mengukuhkan 3D Studio MAX sebagai software animasi yang paling banyak digunakan di Indonesia hingga saat ini.

Di kemudian hari Kinetix sebagai perusahaan pengembang 3D Studio MAX melakukan pembelian hak berbagai plugins yang beredar sehingga saat ini plug-ins terkenal seperti Character Studio dan Reactor telah tersedia sebagai

Pengembangan plugins ini juga memungkinkan integrasi 3D Studio MAX dengan berbagai “Game engine” yang digunakan utk berbagai platform game seperti PC, Playstation hingga game console yang terdapat di berbagai tempat mainan seperti Sega World atau Timezone.

Integrasi dengan berbagai game Engine inilah yang mengukuhkan dominasi 3D Studio MAX sebagai pilihan para pencipta game nomor wahid di seluruh dunia. (Dikutip dari: adez3d.blogspot.com)

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply