CCTV atau yang dipanjangkan menjadi Close Circuit Television, kerap menjadi sarana utama proses identifikasi kejadian. CCTV yang baik dapat segera menghasilkan citra yang dibutuhkan dalam proses identifikasi. Sementara CCTV yang jelek bisa mengaburkan dan mempersulit proses penyelidikan kejadian.
Gambar disamping merupakan contoh pemasangan CCTV yang kurang optimal. Seperti terlihat seorang Maling sedang mengendap-endap hendak mencuri aki sebuah truk. Karena CCTV yang dipake adalah tipe pasif alias tidak ada proses monitoring, maka pencurian baru diketahui keesokan harinya. Sementara posisi CCTV yang terlalu tinggi dan berhadapan langsung dengan sumber cahaya menjadikan fasilitas infra merahnya menjadi kurang berfungsi. Sang pencuri (dalam lingkaran merah) akhirnya lolos dan tidak teridentifikasi. Sebaiknya pengetesan hasil gambar CCTV dilakukan baik siang maupun malam hari.
Pemasangan CCTV yang baik dipengaruhi banyak faktor, diantaranya kualitas kamera, cara pemasangan, kabel, kelistrikan, dan lingkungan. Untuk lebih jelasnya bisa membaca postingan saya tentang Tips Pemasangan kamera CCTV. Pemasangan yang buruk CCTV hanya sarana pemborosan uang belaka. Ada kalanya pemasangan yang baikpun terhambat faktor X yang tidak bisa di prediksi seperti, bencana alam, kebakaran, sabotase dsb.
## : “Sok Serius… Emang di rumah PakBhanu ada CCTV-nya??”
*** : “Nggak ada, lha wong saya juga belum punya rumah…”
RSS Feed
Twitter
Posted in
Tags: