Santap RBTV Tahun 2007 diwarnai dengan berbagai hal yang menjadikan tim kami semakin kuat. Segala macam rintangan dan kendala baik hubungan antar personel, maupun faktor alam nampaknya akan terus kami hadapi dan akan dituntaskan. Di tahun itulah geliat usaha kuliner di Jogja sangat terasa. Beberapa warung yang sepi mulai rame, resto dan kafe tumbuh dimana-mana, bahkan buka cabang adalah hal yang biasa. Tempat-tempat yang dulu biasa saja, kini mulai berbenah diri dan menata tempat dan pelayanan untuk merebut hati konsumen. Konsep one stop service alias tempat makan yang diisi rame-rame mulai ngetrend dan bisa menjaring konsumen dengan mudah.
Berpedoman dari puluhan episode itulah tim Santap memberikan penghargaan dengan beberapa kategori, terhadap pelaku usaha kuliner yang beroperasi di wilayah DIY. Penilaian dilakukan secara bertahap dari hasil observasi maupun investigasi yang terdokumentasikan dengan baik selama tahun 2006 – 2007. Tim penilai adalah tim Santap itu sendiri, dengan penilaian berdasar pada observasi langsung saat syuting berlangsung, dan investigasi (undercover) setelah syuting. Adapun hal-hal yang dijadikan penilaian meliputi Pelayanan, Rasa, Suasana, & Harga.
Berikut adalah daftar tempat makan Terbaik:
Kategori Cafe –> Dixie easy dining
Kategori Tempat minum –> Kopi Blandongan
Kategori Resto –> Muara Kapuas
Kategori Warung Makan –> Kindai
Kategori Warung Makan non Permanen –> Nasi Goreng Kambing Ari
Pendatang Baru –> FoodFest
Ada banyak kendala yang dihadapi beberapa tempat yang kami shoot… terutama setelah ditayangkannya acara Santap (setiap Sabtu 18:30 – 19:00). Ada tempat yang kehabisan stok ketika pemirsa menginginkan sajian seperti yang di televisi. Ada pula pemirsa yang tidak menduga bahwa tempat makan tersebut sangat kecil, gelap, atau baru dibuka. Di suatu warung bahkan libur ketika banyak orang yang datang ingin mencoba makanannya. Sebuah warung tenda di Jalan solo pernah memberikan makanan sangat spesial kepada kami saat shooting, tapi begitu saya datangi di lain hari makanan tersebut menjadi biasa saja. Ada pula yang memberikan porsi makan lebih besar kepada kami yang berakibat di komplain pemirsa karena bentuknya tidak sama seperti yang ada di tivi. Yang paling mengenaskan, ada yang tidak bersabar dalam bisnis kuliner, sehingga beberapa waktu setelah di syuting resto tersebut malah tutup.
Diperlukan kesabaran ekstra untuk bisnis yang menggiurkan tapi dengan resiko tinggi ini. Dari margin yang besar ternyata mengandung resiko yang besar pula. Seseorang harus siap menjaga mutu produk, suplai, rasa, dan pelayanan. Karena amat mudah bagi konsumen untuk pindah ke lain resto. –**
RSS Feed
Twitter
Posted in
Tags:
Thanks buat RBTV yang sudah memberi award kepada kami; FoodFest untuk kategori pendatang baru.
Hidup kuliner Yogya!
[...] tahun 2008 SANTAP membuat release tempat makan terbaik 2006 – 2007, dengan perincian sebagai [...]
Salam kenal, sukses sll…